Lakukan Hal Ini Agar Menjual Rumah Menjadi Lebih Mudah

03.34 Sudut Warna 0 Comments


foto hanya ilustrasi

Mau jual jual rumah Jogja? Bukan maksud untuk menakut-nakuti, namun nyatanya  ini merupakan  pekerjaan yang tidak mudah. Apalagi banyak iklan listing properti yang berseliweran di berbagai media. Oleh karena itu, foto dan deskripsi yang lengkap dan menarik saja masih belum cukup membantu untuk menjual properti yang kamu miliki. Belum lagi ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi keputusan calon pembeli untuk menentukan ketertarikannya. Agar proses penjualan rumah kamu jadi lebih cepat dan mudah, simak tujuh strategi penjualan dari berbagai agen properti berikut ini:

Sesuaikan dengan Musim
Di negara kita dikenal ada dua musim, musim hujan dan musim kemarau. Dua musim tersebut tentu memberi nuansa yang berbeda pada kondisi rumah kamu. Pada musim hujan akses jalan di depan rumah mungkin cenderung basah dan becek. Atasi kekurangan ini dengan memperbaiki bagian depan jalan rumah dengan menambahkan bata konblok dan membersihkan selokan. Sementara di musim kemarau, suhu ruangan yang tinggi dan cenderung berdebu membuat calon pembeli tak nyaman ketika berkunjung ke rumah. kamu bisa menyiapkan air cooler atau membuka jendela untuk membuat rumah tetap terasa segar. Hal-hal seperti ini terbukti bisa mempengaruhi keputusan calon pembeli dan berdampak besar bagi kesuksesan penjualan. Yang paling [enting ialah buat calon pembeli senyaman mungkin ketika mereka melihat – lihar rumah yang akan kamu jual.

Teras dan Pekarangan yang Nyaman
Calon pembeli mudah terpikat pada pandangan pertama, misalnya ketika melihat teras dan pekarangan rumah. Untuk itu buat pekarangan kamu tetap rapi dengan memotong rumput dan membersihkan daun kering. Tanam beberapa tanaman yang menyegarkan di area taman untuk menciptakan lahan yang asri. Tidak sedikit kisah sukses penjualan rumah setelah pemiliknya merapikan pekarangan depan untuk memikat calon pembeli.

Menentukan Harga yang Tepat
Mematok harga yang tepat untuk rumah memang bisa diperhitungkan sesuai lokasi dan luas rumahnya. Namun, ada strategi harga yang harus diketahui sebelum kamu menentukan banderol. Misalnya pembeli yang memiliki bujet sekitar Rp340 juta akan mencari properti dengan harga di kisaran Rp325juta sampai Rp350 juta. Jika rumah dibanderol Rp351 juta maka rumah tersebut tidak akan muncul dalam daftar pencarian. Jadi, sebaiknya buat kisaran harga Rp349 juta agar mendapat leads atau hasil pencarian yang lebih tinggi.

Sebaiknya Tidak Bernegosiasi dengan Komisi Agen
Mungkin tidak semua orang tahu bahwa komisi agen jual rumah Jogja bisa dilakukan dengan tahap tawar menawar. Tetapi sebaiknya hindari melakukan hal ini. Memberi komisi yang kecil bisa berpengaruh pada kinerja dan kerjasama yang baik dengan agen. Jadi, untuk mendapat hasil yang maksimal, berikan komisi sesuai dengan kesepakatan dari pihak agen. Ada beberapa agen juga yang mematok harga sekian persen untuk komisi mereka. Hindari untuk membuat agen menjadi putus asa atau tidak bersemangat untuk memasarkan property yang kamu tawarkan.

Buat Listing Iklan yang Jujur
Di sosial media, mungkin sebagian orang terbiasa menampilkan sisi terbaik dengan mengedit foto agar tampak lebih fotogenik. Hal yang sama tidak bisa dilakukan ketika memasang iklan properti. kamu harus jujur dengan hasil foto dan memberi informasi yang sesuai dengan kenyataan. Sayangnya masih ada beberapa pengembang properti yang menampilkan ilustrasi yang tidak sesuai di iklan demi menarik minat konsumen. Kamu hanya perlu mengambil foto area rumah yang tampak menarik, seperti misalnya halaman rumah, ruang tamu, loteng, teras hingga galaman belakang atau area loteng. Berikan pula keterangan dan informasi yang membuat calon pembeli tertarik, namun tetap jujur menggambarkan kondisi rumah.

Listing Iklan Tidak Bertahan Lama
Terlalu lama iklan properti yang terpajang di media online akan menurunkan minat calon pembeli. Orang akan bertanya-tanya alasan mengapa rumah kamu tak kunjung terjual. Biasanya akan ada asumsi negatif seperti banderol harga yang terlalu tinggi atau kondisi rumah yang tidak sesuai dengan iklan. Antisipasi hal ini dengan memperbarui iklan setiap bulan sekali. kamu bisa mengganti foto atau menambah informasi lebih lengkap.

Ada Waktu Khusus Menjual Rumah
Sejumlah agen properti menandai bahwa ada waktu khusus yang membuat transaksi jual beli rumah lebih ramai dari biasanya. Misalnya ketika kondisi politik stabil setelah Pemilu (Pemilihan Umum), atau ketika kondisi perekonomian sedang bergairah. Secara umum sebagian besar agen property gencar melakukan promosi dan penawaran pada saat akhir tanuh, karena diyakini pembeli banyak yang berminat.

Seperti yang dikatakam sebelumnya jual rumah Jogja bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan begitu saja. Kamu tidak hanya cukup dengan menempelkan label rumah dijual saja untuk mendapatkan calon pembeli. Lakukan beragam promosi lainnya dengan menggunakan beberapa media. Mulai dari media social, majalah, Koran hingga situs – situs jual beli rumah online. Jangan lupa untuk mempersiapkan rumah tampak prima sebelum calon pembeli datang untuk melakukan survey. Sapa dan layani calon pembeli dengan ramah, buat ia nyaman.

0 komentar: